{"id":69,"date":"2012-07-15T02:59:00","date_gmt":"2012-07-15T02:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/yulizalyunus.com\/?p=69"},"modified":"2026-01-13T03:00:36","modified_gmt":"2026-01-13T03:00:36","slug":"kesepakatan-santun-dalam-musyawarah-alot-lkaam-pessel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/2012\/07\/15\/kesepakatan-santun-dalam-musyawarah-alot-lkaam-pessel\/","title":{"rendered":"KESEPAKATAN SANTUN DALAM MUSYAWARAH ALOT LKAAM\u00a0PESSEL"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh: Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo<br>\u200b(Harian Haluan Minggu, 15 Juli 2012 00:05 ditayangkan Teguh)<\/p>\n\n\n\n<p>Substansi adat Minangka\u00adbau pada prinsipnya mengin\u00adduk pada empat karakter. Pertama sopan. Kedua San\u00adtun. Ketiga budi baik. Keem\u00adpat baso indah. Kempat karak\u00adter ini diperkaya oleh norm adat terhimpun dalam puisi dalam bentuk pepatah (peta\u00adtah) \u2013 petitih yang Minang\u00adkabau sangat kaya dengan itu sehingga disebut negeri puisi. Keempat karakter \u201csopan, santun \u2013 budi baik, baso indah\u201d tadi dipakai pada semua mekanisme dan aspek kehidupan masyarakat adat termasuk bagian kearifan adat (adat genius) dalam pengambilan keputusan adat. Prakteknya misalnya terlihat dalam pengambilan kesepa\u00adkatan dalam \u201cmusyawarah alot\u201d pada Musda X LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) Pesisir Selatan, di Painan, 12 Juli 2012.<\/p>\n\n\n\n<p>Musyawarah Daerah X (Musda) LKAAM Pesisir Sela\u00adtan terperangkap alot (panas) kecuali Musda Bundo Kan\u00addung yang dilaksanakan ber\u00adsa\u00admaan, karena terpicu oleh beberapa hal di antaranya: (1) tentang quorum, (2) tentang persyaratan pengurus menge\u00adnai keharusan domisili di Painan dan prinsip kesina\u00adbungan kepemimpinan yang mengharuskan telah pernah duduk di jajaran LKAAM. Untuk yang kedua ini dise\u00adpakati dengan santun, jika terpilih diupayakan tinggal di Painan dan yang dipilih tidak terbatas yang aktif di LKAAM saja tetapi juga yang pernah aktif di KAN (Kerapatan Adat Nagari).<\/p>\n\n\n\n<p>Alot mengenai penghi\u00adtungan quorum dalam persida\u00adngan, justru ketika itu ada peserta unsur KAN yang ganda. Artinya ada peserta unsur KAN yang dualisme (maksudnya ada dua KAN di nagari) hadir dalam Musda. Sumber alotnya adalah saat penentuan pengurus KAN dualisme yang mana dise\u00adpakati diberi hak suara. Saking alotnya hampir saja peserta keluar sidang (wo).<\/p>\n\n\n\n<p>Ternyata kearifan adat Minang luar biasa. Optimisme Minang tinggi. Tak ado kusuik tak akan salasai, tak ado karuah tak akan kajaniah. Keteladanan dan keuletan diperlihatkan pemangku adat yang bersidang dengan arif bijaksana. Mereka menge\u00adsankan tak mau menghadapi jalan buntu. Mereka sadar yang ninik mamak itu \u201clubuak aka tapian budi\u201d (lubuk akal tepian budi). Aka ndak parnah tatumbuak, nan budi ndak parnah tajua. Jangko katatum\u00adbuak mereka bertanya. Berta\u00adnya itu kunci ilmu, amanat syara\u2019. Bertanya kepada orang pandai. \u201cApakah ada pengalaman, ambiak tuah ka nan manang, ambiak contoh ka nan sudah\u201d, artinya ada apa tidak pengalaman di daerah lain tentang kasus yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang arif bijaksana dan cadiak pandai, penghulu tagak di pintu adat, ketua umum pucuk pimpinan LKAAM Sumatera Barat M.Sayuti Dt. Rajo Penghulu, diminta berdi\u00adri menjawab pertanyaan itu. Dengan santun ia menjelaskan \u201cado contoh nan sudah, kadi\u00adam\u00adbiak\u201d. Hadir dua KAN satu nagari dalam Musda LKAAM, musyawarah bersepakat de\u00adngan santun, kedua KAN dualisme itu diberi kesem\u00adpatan dan waktu untuk urun renbug mengambil keputusan dengan santun siapa yang akan ditugasi memberikan suara di antara mereka, kare\u00adna dalam tata tertib suara hanya satu. Kalau tidak dida\u00adpat kesepakatan, itu pun menjadi sanksi, ninik mamak yang tak mampu mengambil kebulatan dalam persidangan itu, tidak diberikan hak memberikan suara, bahkan didrop menjadi peserta. Serta merta berteriak \u201csetujuuu\u201d sambil ketawa tanda gembira bebas dari kebuntuan, ditam\u00adbah pula saking gembiranya ketum serta merta pula me\u00adnge\u00adtukkan tangannya tanda sepakat bagaikan pimpinan sidang pula, menambah ruang gemuruh dan ketawa berderai. Namun dalam pelaksanaan pemberian suara pemilihan pengurus LKAAM baru Pessel pengganti ketua lama (2005-2010) H.Yuzar Dt. Rajo Pan\u00adjang, sulit juga mencari kebu\u00adlatan dua KAN tentang siapa yang akan memberikan suara. Akhirnya sidang membuka pintu elok baso urang Minang, taadok kapado tamu, alun datang pintu lah dibuka, alun duduak korsi lah tasadio. Apa lagi kedua KAN satu nagari itu diundang panitia, akhirnya diterima kedua KAN itu memberikan suara, meskipun kedepan dikhawatiri bera\u00adkibat jadi preseden munculnya KAN baru dan tandingan di satu nagari induk dan nagari pemekaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi yang jelas, Musda LKAAM Pesisir Selatan ber\u00adjalan sesuai tata tertib per\u00adsidangan, nyaman dan ten\u00adteram. Peserta 37 nagari\/ KAN dan LKAAM Kecamatan memberikan suaranya dengan baik. Hasil keputusan Musda lahir dengan menetapkan Lukman Dt. Rajo Alam man\u00adtan ketua DPRD Pessel se\u00adbagai ketua umum terpilih LKAAM periode 2012 \u2013 2017 Pesisir Selatan sekaligus dipatiambalau\/ dilantik Ke\u00adtum LKAAM Sumbar. Sama halnya Bundo Kandung mulus menetapkan kembali ketua lamanya Hj. Musni Udin, SP menjadi ketua baru periode 2012-2017 dengan musya\u00adwarah mufakat tanpa diwar\u00adnai pesilangan pendapat alot dalam persidangan. Kesuk\u00adsesan Musda Lembaga Adat seperti ini tadinya menjadi harapan Bupati yang diwakili Wabup Edityawarman Panungkek Dt. Rajo Perak dan Ketua Umum LKAAM dan Ketua Umum Bundo Kandung Sumatera Barat.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo\u200b(Harian Haluan Minggu, 15 Juli 2012 00:05 ditayangkan Teguh) Substansi adat Minangka\u00adbau pada prinsipnya mengin\u00adduk pada empat karakter. Pertama sopan. Kedua San\u00adtun. Ketiga budi baik. Keem\u00adpat baso indah. Kempat karak\u00adter ini diperkaya oleh norm adat terhimpun dalam puisi dalam bentuk pepatah (peta\u00adtah) \u2013 petitih yang Minang\u00adkabau sangat kaya dengan itu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-69","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-nagari-minang-enterpreneur-kultur"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=69"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":70,"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69\/revisions\/70"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=69"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=69"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=69"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}