{"id":88,"date":"2026-01-25T07:49:08","date_gmt":"2026-01-25T07:49:08","guid":{"rendered":"https:\/\/yulizalyunus.com\/?p=88"},"modified":"2026-01-26T13:41:02","modified_gmt":"2026-01-26T13:41:02","slug":"geo-muhammadiyah-di-pesisir-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/2026\/01\/25\/geo-muhammadiyah-di-pesisir-selatan\/","title":{"rendered":"Geo-Muhammadiyah di Pesisir Selatan (1)"},"content":{"rendered":"\n<h2 id=\"retrieval-jejak-tokoh\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Retrieval Jejak Tokoh<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>\/Yulizal Yunus<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/yulizalyunus.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/gambar-12-1024x768.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-162\" srcset=\"https:\/\/yulizalyunus.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/gambar-12-1024x768.png 1024w, https:\/\/yulizalyunus.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/gambar-12-300x225.png 300w, https:\/\/yulizalyunus.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/gambar-12-768x576.png 768w, https:\/\/yulizalyunus.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/gambar-12-370x278.png 370w, https:\/\/yulizalyunus.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/gambar-12-533x400.png 533w, https:\/\/yulizalyunus.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/gambar-12-1080x810.png 1080w, https:\/\/yulizalyunus.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/gambar-12-865x649.png 865w, https:\/\/yulizalyunus.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/gambar-12-642x482.png 642w, https:\/\/yulizalyunus.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/gambar-12.png 1152w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Muhammadiyah di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, bagaimana awal berdiri, siapa-siapa tokoh pelopor sampai ke pase kemajuan luar biasa sekarang di nagari-nagari? Ini, bagian mimpi dan obsesi hendak menulis Geo-Muhammadiyah di Pesisir Selatan. Mimpi dan obesesi bagian memori <em>persisten,<\/em>&nbsp;<em>storage<\/em>&nbsp;dan siap <em>retrieval<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Mimpi itu bukan sekedar muncul di alam bawah sadar&nbsp;dalam fase tidur REM (Rapid Eye Movement) yang bubar saat bungun tidur. Justru mimpi ini sudah menjadi obsesi persisten (yang muncul terus menerus) dan memaksa gerakan seiiring obsesi sempurna (yang mendorong pikir dan kerja melaksanakan yang menjadi buah mimpi). Lebih jauh mimpi dan obsesi masuk menjadi memori <em>ecoding<\/em>&nbsp;(terkode) dan <em>storage<\/em>&nbsp;(tersimpan ke otak menguatkan koneksi simpatik antar neuron) dan memori <em>retrieval<\/em>&nbsp;(<em>information retrieval system<\/em>\/ sistem temu balik informasi\/ siap akses informasi yang tersimpan) saat dibutuhkan. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tak dapat dimungkiri, memori tadi secara integral kembali menjemput mimpi dan obesesi, Secara integral memori <em>retrieval <\/em>saya hendak menulis Geo-Muhammadiyah Pesisir Selatan kembali tertayang, ketika Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat Buya H. Dr. Bakhtiar&nbsp;membawa saya turun ke Lakitan.<\/p>\n\n\n\n<p>Terun ke Lakitan menghadiri event Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan. Juga dihadiri tokoh Muhammadiyah asal Pesisir Selatan di antaranya: Zaitul Ikhlas Saad&nbsp;Rajo Intan, Apris&nbsp;Yaman,&nbsp;Dr. Murisal, Prof. Ristapawa Indra, di samping tokoh-tokoh Muhammadiyah Sumatera Barat lainnya&nbsp;itu. Event Muspim ini diselenggarakan dan dibuka Sabtu 10 Juni 2023&nbsp;di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah (MTsM) Lakitan Pesisir Selatan (Pessel). Sentra Muhammadiyah ini adalah kampungnya salah seorang pendiri utama Muhammadiyah di Selatan Sumatera Barat ialah ulama besar Samik Ibrahim (Yulizal Yunus, <a href=\"http:\/\/www.pikir.id\"><u>www.pikir.id<\/u><\/a>&nbsp;10 Juni 2023).<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, event Muspimda Muhammadiyah Pesisir Selatan tadi menjadi momentum <em>retrieval<\/em>&nbsp;((<em>information retrieval system <\/em>&#8211; sistem temu balik informasi) mengenai Muhammadiyah di Pesisir Selatan. Momori itu kembali muncul, dimulai dari jejak sejarah Muhammadiyah di Nagari Taluk, kampung saya dibesarkan. Ada tiga fenomena Muhammadiyah di Pesisir Selatan yang menjadi memori <em>retrieval<\/em>&nbsp;saya.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Pertama, <\/em>teringat fenomena masa kesil, bagaimana mapping jejak \u201ctrio keluarga ayah saya\u201d disebut di nagari sebagai \u201ckaum muda\u201d (ulama modernis) dengan identitas Muhammadiyah, berhadapan (koflik) dengan \u201ckaum tua\u201d (ulama tradisional) dengan identitas orang tarekat: Satari dan Naqsyabandi. Trio itu ialah (1) Pakih Budin (nama lengkapnya Syihabuddin, saudara ibu dari ayah saya: Pakiah Yunus) seorang ahli \u201cKitab Kuniang\u201d (Arab Gundul), (2) Pakiah Yunus (nama lengkapnya Muhammad Yunus bin Taraan bin Imam Tia) juga ahli Kitab Kuniang dan (3) saudara sepupu ayah saya M. Alir seorang cadiak pandai di nagari. Mereka dengan beberapa orang lainnya pejuang Muhammadiyah, gigih sosialisasi pemurnian akidah, mengembangkan dakwah, pendidikan dan amal sosial Muhammadiyah di Nagari itu. Perjuangannya tanpa label Muhammadiya, amat berpengaruh. Saking hebat pengaruh pergulatannya mengembangkan paham keagamaan Muhammadiyah di Nagari itu, sampai-sampai seangkatan mereka dicap \u201cgolongan yang tidak manigo hari pasca kematian\u201d. Artinya orang Nagari Taluk menyebut kelompok trio Muhammadiyah ini, \u201ckeluarganya wafat disebut mati anjing saja\u201d, yakni tidak ada helat \u201cmeniga hari\u201d dan atau kenduri berbilang hari lainnya, mulai dari kenduri pasca kematian tiga hari (meniga hari), \u201cmendua puluh satu hari\u201d, \u201cme-empat puluh hari\u201d, \u201cmenyeratus hari\u201d dan atau kendurian \u201cbalapeh-lapeh\u201d (melepas, mengakhiri helat kematian).<\/p>\n\n\n\n<p><em>Kedua, <\/em>saya<em>&nbsp;<\/em>teringat kegemilangan Muhammadiyah saat event memperingati \u201cHari Jadi ke-60 Tahun Muhammadiyah\u201d di Pesisir Selatan yang diisi Seminar di Lakitan 15 September 2001. Ketika itu \u201ctripartit\u201d : saya (Yulizal Yunus) dari aspek budaya, Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan (aspek agama) dan Yuzirwan Rasyid Dt. PGP Gajah Tongga (aspek ekonomi) menjadi Tim Ahli Bupati Pesisir Selatan era Darizal Basir&nbsp;Bupati Pesisir Selatan dua periode (1995-2000 dan 2000-2005). Pada event itu Bupati diminta memberi sambutan. Saya oleh Bupati diminta membuatkan teks sambutan sekaligus makalah keynote-speaker\u2019s Bupati. Fenomena itu memperkuat kembali memori <em>retrieval<\/em>&nbsp;(<em>information retrieval system<\/em>) saya, tentang informasi&nbsp;Muhammadiyah&nbsp;di kampung saya, di masa kecil aktif mengkuti trio keluarga ayah saya tadi dalam amal Muhammadiyah.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Ketiga,<\/em>&nbsp;event Muspimda Muhammadiyah Pesisir Selatan tadi (10-13&nbsp;Juni 2023) seakan membawa saya kepada memori lama Muhammadiyah di Pesisir Selatan (meskipun saya belum lahir) ketika digerakan oleh ulama besar Buya Samik Ibrahim dari Lakitan ke seluruh penjuru nagari di Pesisir Selatan bahkan sampai ke wilayah Provinsi Sumatera Barat (dahulu Sumatera Tengah). Saya tidak punya catatan banyak dan tidak pula banyak membaca <em>wacana text<\/em>&nbsp;tua tentang Muhammadiyah di Pesisir Selatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Betapa dulu diinformasikan tahun 1938, Buya Samik Ibarahim ketika memimpin Majelis Pengajaran Muhammadiyah dalam kawasan Sumatera Tengah (meliputi wilayah kultur Sumatera Barat&nbsp;dan Jambi). Catatan tua itu saya belum menemukannya, termasuk kekayaan konten&nbsp;\u201cMajalah TJUATJA (Tjuraian dan Tjatetan&nbsp;&#8211; baca CUACA)\u201d yang diterbitkan Buya Samik Ibrahim. Kita belum dapat membayangkan bagaimana Majalah itu menayangkan <em>kronik<\/em>&nbsp;Geo-Muhammadiyah di Sumatera Tengah, gerakan pemurnian akidah, dakwah, gerakan amal Muhammadiyah mulai dari pendidikan dan pengajaran, ekonomi dan kesehatan di wilayah Sumatera Tengah ketika itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Belum lagi betapa Buya Samiki Ibrahim menggendong Muhammadiyah dalam berbagai usaha dagangnya seperti gerakan&nbsp;Koperasi \u201cKOPAN\u201d&nbsp;(Koperasi Oentoek Pemajuan Anak Negeri), bahkan sampai digendong dan disosialisasikan Muhammadiyah di Pesisir Selatan dan para perantaunya ketika ulama ini memangku jabatan&nbsp;Ketua PERBAS (Persatuan Bandar Sepuluh)&nbsp;sebuah organisasi perantau Pesisir Selatan tahun 1950-han. (Bersambung ke-2)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Retrieval Jejak Tokoh \/Yulizal Yunus Muhammadiyah di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, bagaimana awal berdiri, siapa-siapa tokoh pelopor sampai ke pase kemajuan luar biasa sekarang di nagari-nagari? Ini, bagian mimpi dan obsesi hendak menulis Geo-Muhammadiyah di Pesisir Selatan. Mimpi dan obesesi bagian memori persisten,&nbsp;storage&nbsp;dan siap retrieval. Mimpi itu bukan sekedar muncul di alam bawah sadar&nbsp;dalam fase&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-88","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sejarah-history-story"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":164,"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88\/revisions\/164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yulizalyunus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}