Skip to content Skip to footer

Lima Pilar Sejarah Pesisir Selatan

Alternatif Pilihan Hari Jadi Pesisir Selatan

//Yulizal Yunus – April 30, 2008 https://wawasanislam.wordpress.com/2008/04/30/lima-pilar-sejarah-pesisir-selatan/

Rumusan Seminar Hari Jadi Pesisir Selatan 12 Januari 2000, menawarkan 5 alternatif pilihan pilar sejarah perjuangan rakyat Pesisir Selatan. Dipilih musyawarah dan lokakarya masyrakat – Pemkab Pesisir Selatan 5 alternatif pilihan penetapan Hari Jadi Pesisir Selatan. Lebih jauh lihat dalam Yulizal Yunus, dkk “Pesisir Selatan dalam Dasawarsa 1995-2005 di Bawah Kepemimpinan Bupati Darizal Basir. Painan: IAIN IB-Press _Pemkab Pesisir Selatan, 2004: 30-38. Lima pilar sejarah pilihan Hari Jadi Pesisir Selatan itu adalah: (1) 19 Agustus 1621 dengan peristiwa penolakan tegas pembesar Pesisir Selatan terhadap kekuatan asing yang berpraktek imperialism dan mengarah colonialism, dan pengakuan Pagaruyung terhadap Pesisir (2) 7 Juni 1663, Perang Bayang (1663-1711), perlawanan rakyat sarat dengan rasa nasionalis menolak Belanda membuat loji VOC pertama di kawasan Sumatera Barat, yakni di Pulau Cingkuk tahun 1662, (3) 6 Juli 1663, Perjanjian Painan lanjutan dari Sandiwara Batangkapas. Sandiwara menolak kebijakan politik Sultan Iskandar Muda (Aceh) menjaga ketat bahkan hendak menutup kota pantai pelabuhan Samudrapura, Indrapura dalam berdagang lada dan emas, (4) 28 Januari 1667, pertemuan tingkat tinggi antara Raja Minangkabau dan Belanda yang salah satu solusinya adalah pengakuan terhadap eksistensi Pesisir Selatan sebagai bagian integral wilayah sub kultur Minangkabau, (5) 6 Juni 1701, kemarahan rakyat Pesisir Selatan terhadap tipuan Belanda menawarkan jasa memadamkan huru-hara sebagai mantel praktek imperialism mengarah colonialism, dengan membakar loji VOC di Indrapura.**

Leave a comment