Surat Kabar Harian Singgalang, 10-19 September 2009, Hikmah Ramadhan (10 Artikel Bersambung)
// Yulizal Yunus
Sudah lama hidup, kapan iman di-update (diperbaharui). Ibarat komputer tidak di-update, bisa error (salah). Ketika komputer error, ia akan hang, bego, tidak mau lagi diperintah meng-entry (memasukan) data dan pekerjaan akan terhalang. Karenanya user (pengguna) selalu meng-update system komputernya. Demikian pula ketika iman error, ketika itu pula orang melakukan akhtha’ (kesalahan) dan kehilangan kendali dalam kehidupan. Karena itu pula iman harus di-update. Jangan sampai iman kita in error. Karenanya pula Nabi saw. menganjurkan jaddidu imanakum (perbaharui iman kamu). Salah satu furshah /momentum (kesempatan emas) dan event (peristiwa penting) adalah ramadhan dan puasa di bulan ini dengan benar untuk meng-update iman.
Tidakkah sejak awal para muballigh, da’i dan ulama menyampaikan, bahwa Al-Qur’an (2:183) dengan memakai kata kutiba (diartikan diwajibkan, asal makna dituliskan) kata kerjanya pasif tidak memakai subject langsung, sebenarnya Allah swt memberi penyadaran, bahwa puasa itu penting bagi setiap orang amanu (yang sudah beriman). Ia harus berpuasa tanpa disuruh (tak dipaksa dengan kata wajib), karena puasa itu penting bagi hidupnya.
Betapa penting puasa itu dalam kehidupan. Orang akan periksa darah, ia pasti sadar perlu puasa di samping disuruh dokter, supaya hasil pemeriksaan darahnya benar. Kalau begitu orang puasa darahnya normal dan bersih. Beralasan berdalil dengan sabda Nabi saw….likulli syai’in zakatun, zakat al-badan al-juu’ (…setiap sesuatu itu ada zakat/ pembersih, pembersih badan itu adalah menahan lapar/ puasa, tak makan tak minum). Juga Nabi saw: shumu tashihhu (puasalah kamu, agar sehat).
Yakin, puasa itu tak hanya menyehatkan badan juga menyehatkan iman. Iman pada akidah. Puasa pada syari’at. Iman dari perspektif syari’ah dalam pelaksanaan puasa, adalah kemampuan menahan untuk menyehatkan dan menyejahterakan hidup. Artinya sehat badan dan iman updating (tajdidi/ baru). Iman yang baru, berkualiitas. Mukmin dengan kualitas imannya akan menjadi tattaqun (bertaqwa). Ini bagian dari hikmah berpuasa di bulan Ramadhan dengan benar.
Kualitas iman orang taqwa, imannya akan berfungsi sebagai penangkal, tidak mau masuk proses pembusukan khatha’ (salah) esensinya dosa. Ada dosa pada kasus mengabaikan ibadat, tidak melaksanakan rukun Islam yang lima dan rukun iman yang enam atau tidak amar ma’ruf nahi munkar (tidak melaksanakan yang baik/ suruhan, tidak meninggalkan larangan). Dosa dalam kasus pada adat, tidak sopan santun pada yang lebih tua, apalagi kepada orang tua. Dosa pada kasus pelanggaran hukum melakukan NKK (nepotisme, kolusi, korupsi) yang sering disebut KKN.
Siapa yang tidak tahu, salah itu salah dan benar itu benar. Pasti semua orang tahu. Tapi di situlah fasiq-nya. Fasiq yang dimaksudkan dalam Islam, bukan tenggen, tetapi ia tahu salah itu salah dan benar itu benar, namun ia tetap melanggar ilmu dan apa yang ia ketahui itu. Amat baik do’anya: Tuhanku tunjukanlah kami yang salah itu salah dan beri kami kekuatan untuk meninggalkannya, tujukan kami yang benar itu benar dan beri kami kekuatan untuk melakukannya. Tahu salah, tak punya kekuatan meninggalkannya berarti iman telah error. Error mungkin karena tidak di-update (diperbaharui), di samping ada virus yang menyerang. Apa virus iman itu, baca hikmah Ramadhan besok.***
Subuh di Masjid As-Sakinah 14 April 2026 // Yulizal Yunus وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ…
//Yulizal Yunus Langit siang itu terasa lebih teduh dari biasanya. Entah karena cahaya yang jatuh…
// Yulizal Yunus Yayasan SAKO Anak Negeri menggelar rapat strategis tahunan pada Selasa, 7 April…
Cerbung no. 252 // Yulizal Yunus Di tengah majelis ku menulis surat. Dalam tangis tertahan,…
Cerbung No. 251 Ku Tanya Merapi Singgalang // Yulizal Yunus Pagi itu mentari seperti enggan…
Cerbung no. 250 // Yulizal Yunus Pagi di pantai nirwana ini lembap dan temaram—setemaram hatiku.…