Surat Kabar Harian Singgalang, 10-19 September 2009, Hikmah Ramadhan (10 Artikel Bersambung)

// Yulizal Yunus

Ada banyak virus iman. Diperlukan anti virus. Kalau tak mampu anti virus perlu di-update (diperbaharui) dan di-install hati manusia. Kalau tak hati-hati meng-install bisa kehilangan data/ sesuatu yang baik di hati. Hikmah Ramadhan kemaren menyebut, puasa bulan Ramadhan dengan benar, dapat meng-update (memperbaharui) iman.

Apa nama dan bentuk virus iman itu. Dimungkinkan nama virus iman itu seperti yang disebut Al-Qur’an Surat Al-Naas dengan kata al-wawas al-khannas (bisikan turun naik/ maju mundur). Virus itu beroperasi di shudur al-naas (dada/ hati manusia). Bentuk virusnya adalah syaar (kejahatan). Wujud syarr al-wawas al-khannas (kejahatan virus bisikan yang turun naik/ maju mundur) itu ada 5 macam, yakni (1) fakhsya’ (kekejian), (2) munkar (mungkar), (3) khayal (khayalan), (4)  ‘athifah salabiyah (perasaan negatif), dan (5) hazn  (ketakutan).

Virus fahsya’, cara kerjanya merusak memori, hati dan jaringan otak/ fikiran manusia. Iman error dan tak berfungsi sebagai pengendali kehidupan dan irsyadah ila shirath al-mustaqim (memandu ke jalan yang benar). Tindakan kejahatannya tidak seimbang dengan kesalahan orang. Sedikit saja orang salah, tak segan-segan menghilangkan peran orang bahkan membunuh. Yang terkana virus ini, tidak mampu menahan kepuasan sesaat pada hati dan pikirannya dan tak sabar menunggu kepuasan yang lebih besar. Didengar bukan!, untuk merebut kepentingan sesaat rela menghabisi orang, kadang saudara, anak bahkan memenjarakan orang tua sendiri. Mudah durhaka.

Virus munkar, cara kerjanya menggoda hati dan fikiran manusia berbuat yang “macam-macam”. Perbuatannya serba tidak jelas. Cara kerja hantu. Cenderung tidak amar makruf nahi munkar (tidak melaksanakan suruhan dan tidak meninggalkan larangan). Efeknya manusia dibuat fasiq, ia tahu yang benar tetapi ia tidak melakukannya, ia tahu yang salah tetapi sering dikerjakan yang salah itu.

Virus khayal, cara kerjanya menggoda hati dan pikiran manusia. Efeknya memori manusia menayangkan cara-cara jalan pintas. Menghilangkan daya upaya/ kerja keras. Do’a tidak lagi disalurkan kepada yang Maha Ghaib (Allah swt), tetapi kepada yang ghaib-ghaib. Prakteknya seperti main angka (buntut), meminta kepada makam inyiak. Common sence (pikiran awam) berkembang. Tidak saja mengenai orang awam bahkan juga orang yang cerdik. Pernah saya temukan yang cerdik, mahasiswa menempelkan secarik kertas di nisan makam syeikh meminta kekeramatanya orang mati di makam itu, untuk melunakkan hati dosennya yang killer, supaya memberi nilai yang bagus. Wiil! celaka orang cerdik karenanya.

Virus ‘athifah salabiyah, cara kerjanya merusak hati dan fikiran manusia kearah negative thinking. Tidak ada orang di matanya yang baik. Salah saja semua bicara orang. Yang paling benar itu di dunia, dia. Efeknya ia tak mau mendengar orang. Baru saja orang bicara dipatahkannya: ndak betuuu do pak! (tidak begitu pak). Belum sampai pembicara orang, ia potong dan menunjukajari orang.

Virus al-hazn, meracuni hati dan fikiran orang rasa takut melulu. Baru mulai saja puasa, hari raya sudah terfikir, takut tak siap kue dan serba baru di rumahnya. Lupa Allah swt. Lupa bersabar. Seharusnya la tahzan inn-Allaha ma’ana (jangan takut, Allah bersama kita).Bagaimana cara dan alat penularan virus iman tadi dan bagaimana men-delete/ menghilangkannya?, baca Hikmah Ramadhan Singgalang besok.***   

admin

Recent Posts

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 248

Subuh di Masjid As-Sakinah 14 April 2026 // Yulizal Yunus وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ…

2 days ago

Bangga Susi Fitria Dewi Guru Besar

//Yulizal Yunus Langit siang itu terasa lebih teduh dari biasanya. Entah karena cahaya yang jatuh…

1 week ago

SAKO Tahun 2026 dengan Program Unggul

// Yulizal Yunus Yayasan SAKO Anak Negeri menggelar rapat strategis tahunan pada Selasa, 7 April…

1 week ago

Surat ke Surga

Cerbung no. 252 // Yulizal Yunus Di tengah majelis ku menulis surat. Dalam tangis tertahan,…

2 weeks ago

Kasih Surga

Cerbung No. 251 Ku Tanya Merapi Singgalang // Yulizal Yunus Pagi itu mentari seperti enggan…

2 weeks ago

Kau Yang di Surga

Cerbung no. 250 // Yulizal Yunus Pagi di pantai nirwana ini lembap dan temaram—setemaram hatiku.…

2 weeks ago