Penggerak Pertama Buya Samik Ibrahim
/ Yulizal Yunus
Muhammadiyah berkembang di Sumatera Barat bagian selatan, dimungkinkan tahun 1928. Perintis dan penggeraknya banyak tokoh, yang mengemuka 10 tahun pertama, paling menonjol Buya Samik Ibrahim. Justru boleh dikatakan pemimpin pertama ialah Buya Samik Ibrahim (Lakitan). Selanjutnya dipimpin sebagai Ketua PDM: Buya Ma’rifat Umar (Kambang), Munaf Malin Kayo (Salido),…
Muhammadiyah di Basis Tiga Kultur
/ Yulizal Yunus
PERBAS (Persatuan Bandar Sepuluh) yang dipimpin Buya Samik Ibarahim, tentulah tidak secara insiden rate menyediakan wahana sosialisasi Muhammadiyah pada perantau Pesisir Selatan di seluruh daerah yang dihuni perantaunya. Namun yang jelas sebagai organisasi panguyuban (perantau Pesisir Selatan) yang dipimpinnya, PERBAS efektif menjadi basis tambahan sosialisasi Muhammadiyah, di samping sarana sosialisasi motivasi memupuk…
Retrieval Jejak Tokoh
/Yulizal Yunus
Muhammadiyah di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, bagaimana awal berdiri, siapa-siapa tokoh pelopor sampai ke pase kemajuan luar biasa sekarang di nagari-nagari? Ini, bagian mimpi dan obsesi hendak menulis Geo-Muhammadiyah di Pesisir Selatan. Mimpi dan obesesi bagian memori persisten, storage dan siap retrieval.
Mimpi itu bukan sekedar muncul di alam bawah sadar dalam fase…
Kesan Narasi Film Squid Game Korsel:
Kritik Sastra Perspektif Sosial, Hukum dan Negara
/ Yulizal Yunus (Pengajar Sastra UIN Imam Bonjol Padang)
Abstrak
Film Squid Game (2021) karya Hwang Dong-hyuk merupakan representasi fiksi distopik yang menyoroti dampak ekstrem kapitalisme terhadap martabat manusia. Melalui narasi permainan hidup-mati “memperjuangkan harapan semu mendapatkan janji uang milyaran”, film ini mengkritik…
(Diplomasi Kebudayaan Minangkabau Lanjut dari Basis Rumah Budaya)
Padang, 23 Januari 2026
/ Yulizal Yunus - https://fikir.id/sastra/f-9954/lonceng-genta-budaya-berbunyi-lagi-diplomasi-kebudayaan-minangkabau-lanjut-dari-basis-rumah-budaya/
Edy Utama dalam presentasi Diplomasi Kebudayaan Minangkabau, 23 Januari 2026
Penataan dan Aktivasi Sarana Prasarana Kebudayaan Gedung Abdullah Kamil akhirnya rampung. Alhamdulillah. Program ini merupakan bantuan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2025. Jumat sore, 23 Januari 2026, diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan…
Kembangkan Rasa Ber-Induk: Kaum dan Bako
// Yulizal Yunus - 8 Mei 2023 https://fikir.id/adat/f-6138/negeri-kembar-negeri-9-malaysia-dan-50-kota-indonesia-kembangkan-rasa-berinduk/
FIKIR.ID – Lini kesamaan adat Perpatih Negeri Sembilan – Malaysia dan Minangkabau Sumatera Barat – Indonesia, penting terus diperkuat. Kepentingannya tidak saja menghidupkan roh hubungan diplomasi kebudayaan bersaudara kembar dua bangsa satu nasab dan satu rahim itu, dan mengembangkan rasa berinduk…