Surat Kabar Harian Singgalang, 10-19 September 2009, Hikmah Ramadhan (10 Artikel Bersambung)
// Yulizal Yunus
Iman sering terinfeksi virus al-waswas al-khannas. Cara penularan virus iman itu, memasukkan syarr (kejahatan ke dada/ hati manusia). Efek iman yang terinfeksi, hati manusia selalu waswas.
Alat penularan virus iman itu ibarat komputer ada disket, cd, plashdisk, on line dunia maya dsb., di dalam Islam di antaranya terdapat satu kata dalam hadis Nabi saw. yakni “khathm syaithan” (belalai/ siung setan). Lewat khathm/ disketnya setan ini, dimasukan syarr kehati manusia. Waswas di dada manusia berfluktuasi dan maju mundur. Ragu dan bimbang meneror hatinya.
Siapa yang memasukan virus al-waswas al-khannas itu ke dada manusia dan siapa yang rentan tertular virus itu?. Yang memasukkan virus itu, min al-jinnati wannas (terdiri dari jin dan manusia). Hadis Nabi saw riwayat Ahmad, menjelaskan kepada Abu Zar perlu minta perlindungan kepada Allah dari syarr manusia, jin dan setan. Abu Zar bertanya kepada Nabi saw. apakah ada manusia, setan?. Jawab Nabi saw, na’am(ya ada). Artinya ada jenis manusia penggoda atau berprilaku setan. Tanyalah kepada orang tua yang sudah banyak makan asam garam dunia, ketika ia marah melihat anak dan cucunya nakal. spontan carut marut keluar: setan kamu!. Diharapkan orang tua jangan, memaki anaknya dengan sebutan setan atau sifat setan misalnya: tumbuk aba!. Aba (keras kepala) itu ditunjukan Al-Qur’an adalah prilaku setan. Orang tua haruslah mampu menahan (berpuasa) tidak berkata yang merusak anak. Sedang tidak disebut setan, anak, sudah banyak juga yang berperangai setan. Apalagi disebut setan, berdo’a itu namanya, anak menjadi setan.
Ada manusia yang rentan tergoda. Siapa? dan kenapa?. Semua orang rentan tergoda, karena kata Nabi saw, manusia itu, tanpa kecuali qariin setan (teman dekat setan). Sahabat bertanya, engaku juga didekati setan?. Jawab Nabi saw: ya, hanya saja aku segera ditolong Allah swt, aku jadi selamat, karenanya aku disuruh hanya berbuat yang baik-baik saja. Malah Nabi saw pernah sakit keras karena diguna-gunai manusia setan (naffatsat) disebut namanya Labib bin Al-A’sham Al-Yahudi, baca sabab al-nuzul QS. Al-Falaq dikisahkan hadis Nabi saw, riwayat Al-Baihaqiy dari Abi Shalih bersumber Ibnu Abbas.
Manusia tergoda dan iman terinvesi virus al-waswas al-khannas, karena kata Nabi saw dari Anas bin Malik, setan wadhi’ hathmahu ‘ala qalbi (menempatkan belalainya di hati) manusia. Bagaimana men-delete (menghilangkannya). Dari hadis Nabi saw dari Anas bin Malik, diajarkan, diangkat khatm setan dari hati. Caranya dengan minta ta’awwuz (perlindungan) dan dzikrullah (zikir kepada Allah). Dengan zikir, maka khatm setan akan terangkat dari hati manusia. Tetapi bila lupa Tuhan, maka kata Nabi saw, khatm/ belalai setan itu terus iltiqam qalb (menikam hati).
Karenanya ketika lupa Tuhan, saat itu setan bersarang di hati dan menggoda fikiran. Dalam keseharian orang lupa Tuhan disebut lupa daratan. Tak pernah hadir Tuhan pada dirinya, di mana dan kapan saja. Tidak suka berbuat ihsan, yakni menghadirkan Tuhan kapan dan di mana saja ia berada. Bila Tuhan hadir setaip saat dalam kehidupan, berarti imannya tertap otomatis ter-update (baru), dan tidak akan pernah bisa berbuat yang salah/ terlarang, termotivasi berbuat baik/ mengerjakan apa yang disuruh agama. ****