Skip to content Skip to footer

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Fadly Amran–Maigus Nasir: Padang ke Arah Smart City, Maju Tidak Saja Ekonomi, Juga Kejayaan Spiritualitas

Wali Kota Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, Ketua Umum LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar dan Yulizal Yunus. Foto: https://www.kongkrit.com/berita/236131/satu-tahun-kepemimpinan-fadly-amranmaigus-nasir-fondasi-smart-city-dan-penguatan-ekonomi-kota-padang/halaman/2

// Yulizal Yunus

Pemerintahan Kota (Pemko) Padang melaksanakan kegiatan Refleksi 1 (Satu) Tahun Kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Pelaksanaannya di Gedung Youth Center Jalan Bagindo Aziz Chan Nomor 2, Alang Laweh, Padang Selatan, Jum’at sore 20 Februari 2026, pukul 16.00 wib sampai jam buka bersama. Kegiatan refleksi ini praktis menjadi momentum dan panggung evaluasi ditandai dengan pemaparan capaian awal duet pemimpin muda tersebut dalam menakhodai Kota Padang periode 2025–2030, setelah Plh. Wali Kota & Pj. Wali Kota Dr. H. Andree Harmadi Algamar, S.STP., S.H., M.Si., M.Han. 

Satu Tahun Perkuat Pijakan Progul

Wali Kota Fadly Amran menjelaskan, bahwa tahun pertama (20 Februari 2025-2026) kinerja Pemko Padang ini, baru merupakan fase peletakan fondasi dari sembilan program unggulan yang ditawarkan. “Setahun ini adalah pijakan awal. Program prioritas telah kita jalankan secara bertahap dan terukur, mulai dari penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat dan kejayaan spiritual”, lanjut Fadly.

Sejak dilantik Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Fadly–Maigus langsung mengakselerasi sembilan program unggulan (progul) yang telah disiapkan, yakni (1) Padang Amanah, (2) Padang Juara, (3) Smart Surau, (4) Sinergi Nagari, (5) Padang Melayani, (6) Padang Rancak, (7) Padang Sigap, (8) UMKM Naik Kelas, dan (9) Jelajah Padang.

“Progul ini sudah disinergikan dengan seluruh OPD di Pemkot Padang untuk memastikan implementasi yang maksimal,” jelas Fadly.

Di sektor tata kelola pemerintahan, Pemko Padang mendorong prinsip transparansi dan akuntabilitas melalui Padang Amanah, serta mempercepat digitalisasi layanan publik lewat konsep smart city dan taat hukum. Administrasi pemerintahan mulai terintegrasi secara elektronik guna meningkatkan efisiensi, transparansi dan kemudahan akses masyarakat.

Pembangunan infrastruktur dasar juga menjadi prioritas. Perbaikan jalan kota, pembenahan sistem drainase, serta penguatan mitigasi bencana dipercepat, terutama pascabencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Pemerintah kota mengklaim rehabilitasi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dan optimalisasi anggaran daerah.

Di bidang ekonomi, program UMKM Naik Kelas dan penguatan kolaborasi dengan dunia usaha menjadi motor penggerak pertumbuhan. Fasilitasi permodalan, pelatihan kewirausahaan, hingga perluasan akses pasar berbasis digital digencarkan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.

“Pembangunan kota tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Sinergi dengan dunia usaha, akademisi, dan masyarakat adalah kunci percepatan kemajuan,” kata Kata Wako Fadly Amran didampingi Wawako Maigus Nasir.

Sementara itu, sektor pendidikan, olahraga, keagamaan, pariwisata, dan budaya turut disentuh melalui Padang Juara, Smart Surau, dan Padang Rancak. Pemerintah juga menyiapkan Jelajah Padang sebagai platform promosi wisata berbasis digital untuk memperluas jangkauan promosi destinasi unggulan kota.

Di awal masa jabatan, Fadly juga menegaskan komitmennya menyelaraskan visi Kota Padang dengan program kerja Presiden Prabowo Subianto. Ia bahkan mengikuti Retret Nasional Kepala Daerah di Akademi Militer Magelang pada Februari 2025 sebagai langkah membangun komunikasi strategis dengan jajaran kementerian.

“Kami siap bekerja keras dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Padang yang lebih baik,” ujar Fadly Amran seperti mengulangi keterangan pers sehari sebelum pelaksanan kegiatan refleksi satu tahun memimpin Kota Padang.

Meski demikian, pemerintah kota mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti menjaga stabilitas fiskal, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperluas basis investasi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tahun kedua kepemimpinan disebut akan difokuskan pada penguatan program yang telah berjalan dan percepatan proyek strategis kota.

Dengan fondasi awal yang telah dibangun, Kota Padang diarahkan menjadi kota sehat dan kota pintar yang berlandaskan nilai agama dan budaya, sekaligus tangguh terhadap bencana dan kompetitif di tingkat nasional.

Tekad Wako Kedepan

Satu tahun tentu belum cukup untuk menuntaskan seluruh pekerjaan rumah sebuah kota besar seperti Padang. Namun, fase awal kepemimpinan Fadly–Maigus memperlihatkan arah yang relatif jelas: membangun fondasi tata kelola modern berbasis digital, memperkuat infrastruktur dasar, dan mendorong ekonomi lokal sebagai tulang punggung kesejahteraan.

Konsep smart city yang diusung bukan sekadar jargon teknologi, melainkan diterjemahkan dalam upaya konkret digitalisasi layanan dan integrasi data. Jika konsisten dijalankan, langkah ini berpotensi meningkatkan kepercayaan publik sekaligus menarik investasi.

Di sisi lain, respons cepat terhadap bencana hidrometeorologi akhir 2025 menjadi ujian nyata bagi kepemimpinan mereka. Percepatan rehabilitasi dan penguatan mitigasi menunjukkan kesadaran bahwa Padang adalah kota yang harus selalu siap menghadapi risiko kebencanaan.

Namun demikian, tantangan fiskal dan peningkatan kualitas SDM tetap menjadi pekerjaan besar. Konsistensi, pengawasan, dan partisipasi publik akan sangat menentukan keberlanjutan program.

Refleksi satu tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum evaluasi bersama. Di tengah dinamika pembangunan, optimisme publik mulai tumbuh. Sejumlah warga yang hadir dalam kegiatan refleksi menyampaikan harapan dan kebanggaan mereka.

“Kami semakin bangga menjadi warga Kota Padang,” ujar beberapa orang dari 13 orang tokoh inspirator/ penggerak program unggulan Wali Kota Padang yang diundang berbicara dalam refleksi satu tahun Kota Padang dipimpin Fadly- Maigus, Jumat sore itu.

Rasa bangga yang disampaikan tokoh inspirator tadi itu dimunculkan juga beberapa rekomendasi, di antaranya: (1) “penguatan aspek hukum dalam progul” yang disuarakan Prof. Elwi Danil; (2) “peningkatan keteladanan ASN yang tinggal di lingkungan surau – majid dalam peningkatan pelaksanaan Smart Surau” disampaikan Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag; (3) “Padang Rancak” supaya lebih bersolek lagi seperti disarankan Hasril Caniago yang pernah memenangkan lomba sebelumnya menulis tentang Kota Padang; (4)Padang perlu memiliki Landmark baik dalam bentuk objek, bangunan, atau ciri lain pisik menonjol dan menjadi simbol, ikon dan pendanda identitas suatu kota, seperti bukit tinggi ada Jam Gadang. Sementara ada Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawiy, tetapi itu bukan Padang, boleh ciri Sumatera Barat. Harapan ke depan, Padang penting dibangun Landmark yang paling ikonik sebagai kota cerdas, maju, modern dan inklusif. Suara ini disampaikan Eko Yance Wartawan Utama PWI. Banyak pemikiran tokoh inspirator yang bernas dan “satujuan” bagi kemajuan Kota Padang, dan sudah menjadi catata Wako dan Wawako serta staf ahli dan tim percepatan serta Kelompok Kerja Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Program Prioritas/Program Unggulan Kota Padang.

Ciri Minangkabau Membedakan Kota Padang dari Kota Lain

Saya (penulis Yulizal Yunus), juga mendapat kesempatan diundang berbicara – memberikan testimoni dalam refleksi satu tahun Fadly dan Maigus memimpin Kota Padang. Saya memulai dengan pemikiran pentingnya penempatan ciri Minangkabau dalam tata kelola Kota Padang sebagai smart city yang maju dan modern. Penempatan ciri Minangkabau pada Kota Padang, membedakannya dengan kota lain di Indonesia dan contoh model bagi kota-kota di Sumatera Barat.Panjang lebar dapat dibaca dalam tulisan populer: Yulizal Yunus.Com: Sinergi Nagari dan Smart Surau di Kota Padang Penguatan Ciri Minangkabau di Kota Padang (Refleksi Satu Tahun Wako Fadly dan Wawako Maigus Memimpin Kota Padang).

Kota Padang sebagai bagian wilayah kultur Minangkabau dalam wilayah NKRI, dapat dipandang, “kota di dalam nagari” dan atau “nagari di tengah kota”. Ini menginspirasi menciptakan model “Nagari di Tengah Kota.” Kepastian arahnya Nagari tetap hidup dan eksis sebagai kesatuan Masyarakat Hukum Adat (MHA), sementara kota tetap berjalan pula sebagai entitas terdepan pemerintahan administratif NKRI. Kakuatannya, eksisnya nagari ini di Kota Padang, perlu penguatan regulasi diusulkan dalam bentuk Perda “Sinergi Nagari dan Pemajuan Kebudayaan Kota Padang”. Menggambarkan Padang Kota Cerdas Berbasis Adat (Budaya) Minangkabau. 

Dalam tata kelola Kota Padang dalam mengeksiskan Nagari, tidak mesti Kota Padang membentuk pemerintahan nagari, cukup tetap dengan sistem kelurahan. Namun penting diregulasikan penguatan tiga kelembagaan di 10 Nagari di Padang. Tiga kelembagaan itu: (1) Limbago Adat Pangulu Suku di Padang, yang memiliki Sako Pusako Salingka Kaum, Pemilik Ulayat Nagari dan Adat Salingka Nagari sesuai hak asal usul lainnya, (2) Organisasi Adat yakni 10 Kerapatan Adat Nagari (KAN) sebagai pengemban fungsi Nagari sebagai Kesatuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) dan fungsi forum konsultatif, tempat berhimpun dan pasilitator penguatan limbago adat nagari; dan (3) Peradilan Adat Nagari, dengan fungsi menyelenggarakan “beracara di tataran hukum adat” dilakukan secara bertingkat berjenjang naik bertangga turun sesuai dengan 5 tingkatan Limbago Adat di Nagari (Rumah Tanggao, Paruik, Kaum, Suku dan Nagari). Peradilan Adat ini meringankan beban pemerintah – penegak hukum, di mana perdamaian adat dibuat, dan kasus sengketa adat tidak sampai ke polisi, seperti tipiring dapat dituntaskan di Limbago Adat saja dikonsultasikan dengan Polisi.

Artinya nagari diberi kewenangan melaksanakan hukum adat dengan mendapat penguatan pemerintah. Justru di nagari-nagari Minangkabau sudah sejak dulu berlaku tiga sistem hukum yang normanya dirumuskan dalam hirarchi hukum adat “tali tigo sapilin”: (1) Hukum Syara’ – badasar ka anggo tanggo, (2) Hukum Adat – bahukum ka raso jo pareso, dan (3) Hukum Negara – baundang ka alua jo patuik –  yang wujudnya semua regulasi. Tiga tali itu adalah hukum yang saling mengikat, bukan saling meniadakan. Dengan cara ini memastikan berjalannya progul Smart Surau: Spiritualitas dalam Kota Pintar dan Sinergi Nagari: Nagari Eksis di Tengah Kota.

Sinergi Nagari ini, menegaskan struktur sosial Masyarakat Hukum Adat dan hubungan konsultatif dengan pemerintah, maka Smart Surau menegaskan dimensi spiritual dan kultural. Justru di dalam “Undang-Undang (Berdirinya) Nagari” di Minangkabau, surau menjadi syarat berdirinya nagari. Sekaligus amanat Undang-Undang Dalam Nagari menciptakan kondisi dinamis hubungan masyarakat nagari satu dengan nagari lainnya yang plural, dan atau hubungan antar masyarakat dengan pemerintah Kota Padang.

Dalam prakteknya konsep SinergiNagari, Pemerintah Kota tidak mengambil alih fungsi adat. Hubungan yang dibangun adalah konsultatif dan koordinatif, bukan subordinatif. Limbago Penghulu Nagari dan Organisasi Adat yakni KAN, serta pemerintah kecamatan/ kelurahan berjalan sesuai fungsi masing-masing seperti amanat regulasi yang ada.

Saya ingin katakan, Padang Padang dapat menjadi contoh: kota modern yang tidak tercerabut dari adat nagarinya sebagai wilayah inti kultur Minangkabau. Justru saya melihat peluang ini besar, peran Wali Kota Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir dan Ketua DPRD Muharlion, seperti menyimbolkan Tungku Tigo Sajarangan dalam limbago Adat. Fadly simbol pangulu, Maigus Nasir simbol ulama dan Muharlion simbol cadiak pandai, punya otoritas menempatkan Minangkabau menjadi ciri Kota Padang. Selain memberi ciri Kota, juga meyakinkan bahwa Minangkabau tidak hanya menjadi ornamen budaya, sloganistik, simbol seremoni, justru benar-benar menjadi identitas dan nilai adatnya – ABS SBK, menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan publik.     

Dengan demikian beralasan kebanggaan warga terhadap Kotanya, dan harus dijaga dengan kerja nyata, transparansi, dan keberlanjutan kebijakan. Lima tahun ke depan akan menjadi pembuktian apakah fondasi yang telah diletakkan mampu mengantarkan Kota Padang menjadi kota yang lebih maju, modern, inklusif, dan sejahtera bagi seluruh warganya.

Unsur Diundang ke Refleksi

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, bertema “Satu Tahun Kepemimpinan, Satujuan untuk Kejayaan Kota Padang”, praktis . event ini momentum konsolidasi serta penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan Kota Padang yang unggul dan berkelanjutan. Pemko an. Wali Kota – Pj. Sekdako Padang Raju Minropa, mengundang 5 unsur:

Pertama, 18 orang Kelompok Kerja Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Program Prioritas/Program Unggulan Kota Padang: Prof. Dr. Ir. Musli ar Kasim, MS, Prof. Ganefri, Ph.D, Prof. Dr. Salmadanis, MA, Ir. Hendra Irwan Rahim, M.M., Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Nan Sati, Prof. Dr. Ir. James Hellyward, MS., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng, Desri Ayunda, S.E., M.B.A, Iham Aldelano Azre, S.IP, MA, Prof. Dr. Asrinaldi, S.Sos., M.SI, Andri Rusta, S.IP., M.PP, Musmaizer, S.IP Dt. Gamuak, Dr. Afrizal, MA, Irwan Basir, S.H., M.M Dt. Rajo Alam, Drs. Zaitul Ikhlas Saad, M.Si Rajo Intan, Marta Suhendra, S.Pd.I., M.Pd, Dr. Defika Yufiandra, S.H., M.Kn, Dr. Haris Satria, Dr. Suhelmi Helia, M.Si;

Kedua, 13 orang Tokoh Inspirator/ Penggerak Program Unggulan Wali Kota Padang: Dr. Drs. H. Shofwan Kharim Elhussein, B.A., M.A, Prof. Dr. H. Elwi Danil, SH, MH, Krismadinata, ST., MT., Ph.D, Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, Akt CA, CRGP, Revalin Herdianto, ST., M.Sc., Ph.D, Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag, Dr. Yulizal Yunus, M.Si Datuk Rajo Bagindo, Dr. Syaiful Yazan, M.Si, Khairul Jasmi, Hasril Chaniago, Eko Yance Edrie, Rina Pangeran, S.E,MBA, dan Ridwan Tulus;

Ketiga, 5 orang Asisten dan Staf Ahli: Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi dan Umum, Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM; dan

Keempat, 52 orang Kepala OPD: Inspektur, Kepala Bappeda, Kepala Bapenda, Kepala BPKAD, Kepala BKPSDM, Kepala Badan Kesbangpol, Kalaksa BPBD, Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Kepala Dinas P3AP2KB, Kepala Dinas Pertanahan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kependudukan dan Capil, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Kepala Dinas PMPTP, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Satpol PP, Direktur RSUD dr Rasidin, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Kerjasama, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan Perencanaan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa, Kepala Bagian Organisasi, Kepala Bagian Umum, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Camat Padang Timur, Camat Padang Barat, Camat Padang Utara, Camat Padang Selatan, Camat Koto Tangah, Camat Lubuk Kilangan, Camat Lubuk Begalung, Camat Kuranji, Camat Nanggalo, Camat Pauh, dan Camat Bungus Teluk Kabung.

Kelima, sejumlah unsur tokoh masyarakat datuk pangulu, Bundo Kanduang, ulama dan cadik pandai, pemuda di samping para Forkopimda lainnya.

Refleksi Satu Tahun Wako Fadly Amran dan Wawako Maigus Nasir memimpin Kota Padang, diselenggarakan buka – tutup. Dibuka Wali Kota, sekaligus paparan Wali Kota dan Wakil Wali Kota mengenai kemajuan pembangunan Kota Padang dengn 9 program unggulan yang diusungnya. Menyusul mendengar testimoni oleh 13 orang Tokoh Inspirator/ Penggerak Program Unggulan Wali Kota Padang yang diundang khusus. Ialah mereka yang hadir dari 13 orang itu. Ke-13 orang itu: Dr. Drs. H. Shofwan Kharim Elhussein, B.A., M.A, Prof. Dr. H. Elwi Danil, SH, MH, Krismadinata, ST., MT., Ph.D, Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, Akt CA, CRGP, Revalin Herdianto, ST., M.Sc., Ph.D, Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag, Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo, Dr. Syaiful Yazan, M.Si, Khairul Jasmi, Hasril Chaniago, Eko Yance Edrie, Rina Pangeran, S.E,MBA dan Ridwan Tulus. Sesudah testimoni diberi respon Wako/ Wawako. Acara ditutup Ketua DPRD yang dalam sambutannya menyebut sebagai warga dan Ketua DPRD bangga dengan kemajuan pembangunan Kota Padang dengan 9 progul Fadly – Maigus. Karenanya apa saja untuk kebutuhan memajukan pembangunan Kota Padang, palu DPRD tidak tertahan menentapkan permintaan Wali Kota/ Wawakonya. Ketua mengakhiri refleksi dengan membaca doa pentupan. Lalu dilanjutkan acara berbuka bersama ba’da maghrib.**

Leave a comment