Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Yearly Archives: 2026

Ke Dua Rumah Duka, Forum Seniman Membawa Sitawa Sidingin

Di Rumah Duka Ery Mefri. Foto Yeyen Kiram Hari Senin siang, 15 Februari 2026, sejumlah seniman budayawan mewakili Forum Seniman Sumatera Barat, melangkah menuju dua rumah duka dengan satu niat: membawa sitawa sidingin. Zamsami atas nama forum memberi pengantar, mengingatkan bahwa kehadiran bukan sekadar formalitas takziyah, tetapi ikhtiar menyejukkan hati yang ditimpa kehilangan. Dalam tradisi…

Read more

Ery Tuwuffiya, Angga! Teruskan Api Kreatifitasnya Menyala

Dengan setangkai doa, kami antar Engkau Ery ke Peristirahatan terakhir. Buah Ladangmu -Dance Company, dengan rahmat Allah, Kau panen rayalah di sana. Amin! // Yulizal Yunus Matahari baru saja tergelincir di langit Kota Padang. Waktu menunjukkan pukul tiga belas dua puluh WIB, Rabu, sebelas Februari dua puluh dua enam. Zuhur mengetuk pelan setelah kumandang…

Read more

Gusmal Sesayang Kami, Lebih Sayang Rabbmu

//Yulizal Yunus - Kawanmu Di awal malam 8 Februari 2026, ketika langit seakan menurunkan tirai duka, engkau pergi, kawan. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Selamat jalan sahabat kami, Dr. H. Gusmal Dt. Rajo Lelo, MM, Ketua LKAAM Kabupaten Solok. Air mata kami jatuh bukan semata karena kehilangan, tetapi karena sadar: tidak semua perjalanan hidup berakhir sia-sia.…

Read more

Peran Niniak Mamak Pasca Galodo dan Banjir Bandang: Sebuah Rekonstruksi dan Relokasi

// Yulizal Yunus Peran Niniak Mamak Pasca Galodo dan Banjir Bandang: Rekonstruksi dan Relokasi, sebuah topik menarik. Latar pemikiran topik ini dimunculkan Prof Dr. Busyra Azheri Dt. Bungsu, dalam Rapat awal Tahun 2026 "SAKO Anak Negeri" di Padang, 8 Februari 2026. Menyikapi program keberlanjutan 2026 "SAKO Anak Negeri" dalam membaca yang tersurat,  tersirat dan tersuruk…

Read more

SAKO Membaca yang Tersuruk: Dari Sako Pusako, Tanah Ulayat, hingga Gagasan LBH Adat Minangkabau

Rapat SAKO, 8 Februari 2026 - https://sako.or.id/sako-membaca-yang-tersuruk-dari-sako-pusako-tanah-ulayat-hingga-gagasan-lbh-adat-minangkabau/ // Yulizal Yunus SAKO.OR.ID — Rapat SAKO berlangsung dalam suasana serius namun penuh kesadaran kolektif. Para tokoh adat, akademisi, dan penggerak organisasi membedah persoalan mendasar Minangkabau: sako pusako, tanah ulayat, relasi adat dan negara, serta kebutuhan generasi muda akan khazanah Minang yang hidup dan membumi. Ketua Umum SAKO, Hanafi Zen…

Read more

Tan Sri Dano, Panglima dan Ulama Penakluk Rupit

Pantai Tan Sri Dani di Nagari Taluk // Yulizal Yunus Fikir.Id - 24 Januari 2022 https://fikir.id/sejarah/f-5568/tan-sri-dano-panglima-dan-ulama-penakluk-rupit/ FIKIR.ID – Tan Sri Dano ialah nama pantai di Taluak, Batangkapas, Pesisir Selatan. Dibalik penamaan itu, lantas siapa Tan Sri Dano? Ada fakta sosial yang hidup dalam cerita rakyat sebagai bagian tambo alam Nagari Taluk. Tambo yang tak boleh…

Read more

Budaya Memberi Maaf (9)

Surat Kabar Harian Singgalang, 10-19 September 2009, Hikmah Ramadhan (10 Artikel Beersambung) // Yulizal Yunus Memberi maaf, budayakan (jadikan prilaku). Itu budaya (perilaku) Islami. Memberi maaf, sebelum orang lain susah dan tergopoh-gopoh meminta maaf. Prilaku “yang banyak” membiasakan meminta maaf atau menunggu orang minta maaf. Bahkan ada orang, mempunyai kamus “tiada maaf bagimu”. Hebat betul…

Read more

Rahmat dalam Perbedaan (8)

Surat Kabar Harian Singgalang, 10-19 September 2009, Hikmah Ramadhan (10 Artikel Beersambung) // Yulizal Yunus Indahnya kebersamaan, lain pula enaknya dalam perbedaan. Puasa mengajarkan kebersamaan (ta’awun) tanpa memandang kaya miskin. Yang kaya bantu miskin. Yang beriman bantu mu’alaf (baru beriman). Laa tafarraqu (jangang kamu pecah). Tidak boleh iftiraq (berselisih/ pecah belah) tapi Ittifaq (menyamakan pendapat/ sependapat). Namun Islam juga…

Read more

Menyahuti Jeritan Kemiskinan dan Fitrah (7)

Surat Kabar Harian Singgalang, 10-19 September 2009, Hikmah Ramadhan (10 Artikel Bersambung) // Yulizal Yunus Dalam hiruk pikuk orang mampu berbelanja mempersiapkan lebara, jeritan kaum dhu’afa terutama fakir dan miskin sayup terdengar. Jeritannya,  “...ntak gendong ke mana-mana / susah tu / kasihan tu.... ”.   Siapa yang menyahuti?. Di perapatan jalan jeritan anak jalanan yang dikomandoi “boss…

Read more